Tom Lee Prediksi Harga Bitcoin Capai $150.000 di Akhir 2024

Alfin Fauzan
| 2 min read

Tom Lee Prediksi Harga BitcoinAnalis Fundstrat, Tom Lee, meyakini bahwa harga Bitcoin (BTC) dapat mencapai $150.000 di akhir tahun ini. Jika hal itu terjadi maka kripto ini mengalami kenaikan sebesar 3x lipat dari harganya saat ini.

Ada dua faktor yang membuat Lee memprediksi BTC akan bullish. Pertama, meningkatnya permintaan yang disebabkan oleh disetujuinya ETF Bitcoin pada Januari lalu. Faktor yang kedua adalah Bitcoin halving berikutnya yang akan membuat pasokan menurun.

Prediksi bullish dari banyak analis membuat permintaan pasar semakin tinggi. Di awal tahun ini juga semakin banyak bermunculan proyek baru yang menawarkan token dengan harga murah. Kemunculan proyek-proyek kripto baru itu dimanfaatkan sebagian orang untuk menambah investasi mereka, termasuk dengan memanfaatkan berbagai airdrop kripto.

Prediksi Bitcoin dari Tom Lee


Dalam sebuah wawancaranya dengan Squawk Box di CNBC pada hari Rabu lalu, Lee memaparkan prediksinya terkait harga Bitcoin.

“Permintaan akan meningkat dikarenakan ETF dan Anda memiliki pasokan yang berkurang karena halving. Jika kebijakan moneter melonggar, kami memperkirakan hal itu akan mendukung aset-aset berisiko,” paparnya.

Bitcoin secara historis memiliki korelasi dengan “aset berisiko” seperti saham teknologi. Nilainya akan mengalami kenaikan ketika suku bunga turun (misalnya pada 2020) dan turun saat suku bunga naik (misalnya pada 2022).

Menurut laporan CME Fedwatch, para trader memprediksi adanya kemungkinan sebesar 53% bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mulai memangkas suku bunga pada bulan Juni.

Siklus likuiditas semacam itu juga sejalan dengan “halving” Bitcoin. Ini adalah peristiwa yang memotong tingkat koin baru yang masuk ke dalam sirkulasi menjadi setengahnya. Menurut Peristiwa ini sangat ditunggu oleh para investor karena hanya terjadi empat tahun sekali.

Menurut CNBC Indonesia, halving Bitcoin diproyeksikan akan terjadi di awal tahun 2024 yang akan mengurangi penerbitan harian sebesar 450 BTC. Angka tersebut setara dengan $23 juta jika menilik harga BTC hari ini.

Namun, sejumlah analis menilai bahwa persetujuan ETF Bitcoin-lah yang akan menjadi katalisator utama untuk kenaikan BTC berikutnya.

Laporan BitMex Research menyebut dana yang diluncurkan oleh BlackRock, Fidelity, dan lainnya secara kolektif telah menyerap lebih dari $5 miliar sejak 11 Januari. Angka tersebut termasuk arus masuk sebesar $136 juta yang terjadi hanya pada hari Selasa lalu.

Keanggunan Bitcoin


Arus masuk dengan nilai yang sangat besar itu membantu mendorong harga Bitcoin di atas $50.000 untuk pertama kalinya dalam dua tahun terakhir. Kenaikan harga tersebut mematahkan ekspektasi JPMorgan akan adanya peristiwa “jual berita” yang lebih lama setelah persetujuan ETF.

“Bitcoin bertahan dan itu menjadi alasan lain mengapa saya tidak berpikir bahwa penarikan akan dimulai secepat itu,” ujar Lee dalam wawancara yang sama.

“Ini adalah uang yang sehat dan terbukti bermanfaat. Ini adalah penyimpanan nilai yang bagus, aset risiko yang bagus, dan sangat aman. Sejak awal tidak ada satupun entri penipuan di blockchain. Saya rasa tidak ada bank dapat mengatakan hal itu tentang PNL dan akuntansi mereka.”

Lee sebelumnya pernah memprediksi harga Bitcoin akan mencapai $180.000 pada halving Bitcoin. Prediksinya itu mengacu pada perkiraan permintaan harian untuk ETF Bitcoin yang mencapai $125 juta per hari. Pada 21 Februari lalu, ETF memiliki rata-rata permintaan harian sebesar $185 juta.

Tertarik tentang prediksi harga bitcoin? Anda bisa membaca ulasan lengkap kami pada artikel bitcoin ini.