Tether Berkolaborasi dengan Chainalysis untuk Memantau Transaksi dan Memerangi Aktivitas Tidak Sah

Rinaldy
| 2 min read

tether

Tether, penerbit stablecoin terkemuka di dunia, mengumumkan kemitraannya dengan platform data blockchain, Chainalysis, guna mengawasi aktivitas pasar sekunder dan menghadapi aktivitas tidak sah.

Dalam pengumumannya, Tether, yang menerbitkan kriptocurrency “USDT” yang dipatok dengan dolar Amerika Serikat, mengungkapkan rencananya untuk meluncurkan alat pemantauan dan analisis baru bersama Chainalysis.

Dilansir dari Kontan.co.id, Tether (USDT) adalah sebuah stablecoin yang nilainya dipatok pada dolar AS. Tether dirancang untuk menghindari fluktuasi harga yang umum terjadi di pasar mata uang kripto dengan menjadi stablecoin. USDT berjalan di blockchain Bitcoin melalui Protokol Layer Omni dan dapat ditukar menjadi dolar AS melalui Tether Platform.

Alat-alat ini akan mampu mengidentifikasi dompet yang berpotensi membawa risiko atau terkait dengan alamat tidak sah atau yang telah disanksi.

“Komitemen proaktif Tether dalam memantau pasar sekunder USDT – kriptocurrency paling populer di dunia – memiliki potensi untuk mengubah seluruh ekosistem dan membuatnya menjadi tempat yang lebih aman untuk melakukan transaksi,” kata Jonathan Levin, salah satu pendiri dan kepala strategi Chainalysis, dalam sebuah pos di blog.

Memantau Aktivitas Pasar Sekunder


Tether menjelaskan bahwa “aktivitas pasar sekunder” merujuk pada transaksi yang terjadi di dalam ekosistem yang lebih luas menggunakan USDT di luar entitas yang secara langsung membeli dan menjual USDT dari Tether.

Alat-alat baru ini dikembangkan oleh Chainalysis dan akan memungkinkan Tether untuk “secara sistematis memantau transaksi,” memberikan pengawasan terhadap pasar USDT kepada perusahaan.

Alat-alat ini akan digunakan oleh para profesional kepatuhan dan penyelidik Tether untuk mengidentifikasi dompet yang mungkin membawa risiko atau terkait dengan alamat tidak sah atau yang telah disanksi, demikian disampaikan oleh Tether.

Tether Melaporkan Laba Bersih $4.52 Miliar


Pada awal minggu ini, Tether melaporkan laba bersih rekor sebesar $4.52 miliar pada kuartal pertama tahun 2024, yang menandai pencapaian yang signifikan bagi perusahaan. Laba yang cukup besar ini terutama berasal dari keuntungan keuangan perusahaan dari Bitcoin dan emas, mencapai $3.52 miliar, serta tambahan $1 miliar dari laba operasional.

Pada bulan Desember, lembaga pemeringkat kredit Amerika, S&P Global Inc., mengumumkan telah mulai menilai kemampuan Tether untuk mempertahankan kaitannya dengan dolar Amerika Serikat dengan menetapkannya pada peringkat ‘terbatas’ sebesar 4.

Penilaian risiko ini berada dalam skala 1 hingga 5 – di mana 5 menunjukkan tingkat kelemahan yang tinggi. Tether mendapat penilaian yang rendah karena kurangnya informasi yang diungkapkan.

Stablecoin adalah kriptocurrency yang nilai-nilainya biasanya terikat pada mata uang fiat atau komoditas. Tether telah menjadi sorotan selama bertahun-tahun – stablecoin ini diterbitkan pada tahun 2014 dan merupakan stablecoin terlama dengan volume terbesar dalam sirkulasi.

Harganya telah relatif stabil dalam beberapa tahun terakhir dan khususnya dalam 12 bulan terakhir, seperti yang dicatat oleh S&P.

Bagi Anda yang ingin tetap terkini dengan perkembangan terbaru di pasar kripto dan menemukan koin-koin baru yang menarik, jangan ragu untuk menjelajahi daftar coin baru yang tersedia. Informasi ini akan membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi yang lebih baik dan mengoptimalkan potensi portofolio kripto Anda.