Gary Gensler akan Gelar Pembicaraan Regulasi Kripto dengan Kepala Regulator Keuangan Korea Selatan: Laporan

Alfin Fauzan
| 1 min read

Gary Gensler akan Gelar Pembicaraan Regulasi Kripto

Kepala Dinas Pengawas Keuangan Korea Selatan berencana untuk bertemu dengan Ketua SEC, Gary Gensler, untuk membahas regulasi kripto.

Menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada hari Senin di outlet berita Korea Selatan, Chosunbiz, Lee Bok-hyun, kepala Layanan Pengawas Keuangan Korea Selatan (FSS), akan bertemu dengan SEC dan Gensler pada bulan Januari 2024 mendatang.

Kepala FSS kabarnya berniat untuk mendiskusikan kondisi pasar mata uang kripto saat ini dan mendiskusikan arah kebijakan pengawasan yang akan berdampak pada ruang tersebut. Selain itu, standar yang digunakan Amerika Serikat untuk menentukan sifat keamanan aset digital juga diharapkan menjadi topik utama diskusi ini.

“Kerjasama regulasi antar negara penting untuk aset virtual tanpa batas,” ujar seorang pejabat Pemerintah Korea Selatan yang tidak disebutkan namanya.

Artikel tersebut juga mencatat bahwa Korea Selatan telah memperkenalkan undang-undang aset digital tahun ini dengan tujuan untuk meningkatkan perlindungan konsumen bagi investor mata uang kripto. Undang-undang tersebut dijadwalkan akan mulai berlaku pada Juli 2024.

Menurut data KuCoin, sekitar seperempat orang dewasa berusia antara 18 hingga 60 tahun di Korea Selatan kini terlibat dalam investasi mata uang kripto dalam periode enam bulan. Hal itu menjadikan negara ini sebagai salah satu pasar yang cukup penting untuk perdagangan mata uang kripto.

Pada bulan Maret lalu, Do Kwon ditangkap di Montenegro dan dijatuhi hukuman empat bulan penjara karena menggunakan dokumen perjalanan palsu. Kabarnya, Kwon dapat diekstradisi ke Amerika Serikat sebelum ke Korea Selatan.

Namun, kemarin Pengadilan Banding Montenegro menolak keputusan pengadilan tinggi Montenegro yang menyetujui ekstradisi Kwon ke AS atau Korea Selatan. Dengan demikian saat ini Do Kwon akan tetap berada di Montenegro, menurut pengumuman yang diterbitkan oleh otoritas Montenegro pada hari Selasa.

Penolakan oleh Pengadilan Banding didasarkan pada kegagalan hakim investigasi memberikan kesempatan kepada terdakwa, Kwon, terkait permintaan ekstradisi AS, seperti yang disyaratkan oleh hukum Montenegro.