Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried Tunjuk Penasihat Hukum Baru, Ajukan Permohonan di Pengadilan Federal Jelang Putusan Hukuman

Alfin Fauzan
| 3 min read

Mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried Tunjuk Penasihat Hukum Baru

Mantan CEO FTX, Sam “SBF” Bankman-Fried, telah menyampaikan kepada pengadilan federal bahwa ia telah menyewa pengacara baru menjelang sidang hukumannya atas tujuh tuduhan kriminal. Selain itu, tim hukum SBF telah menyerahkan dokumen tersegel yang menunjukkan kemungkinan mempertimbangkan banding atas vonis yang dijatuhkan pada bulan November lalu.

Pengajuan tersebut dibuat pada tanggal 9 Januari di Pengadilan Distrik Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York. Hal itu pula yang mengungkapkan bahwa Torrey Young dan Marc Mukasey dari Mukasey Young LLP sekarang mewakili Bankman-Fried.

Sam Bankman-Fried, yang terancam hukuman puluhan tahun penjara setelah divonis bersalah karena mendalangi penipuan senilai miliaran dolar, telah menggandeng Marc Mukasey, seorang mantan jaksa federal.

Para terdakwa memang kerap menunjuk pengacara baru jelang vonis. Langkah ini biasa dilakukan untuk memberikan perspektif baru terhadap kasus yang sedang dihadapi. Marc Mukasey belum memberikan komentarnya sejauh ini. Namun, ia memiliki rekam jejak dalam membela kasus-kasus kerah putih, termasuk mewakili individu-individu yang terlibat dalam beberapa kasus manipulasi pasar keuangan dan sejumlah tokoh korporat ternama.

Mukasey sebelumnya pernah mewakili pendiri Nikola, Trevor Milton yang mendapatkan hukuman penjara selama empat tahun. Hukuman tersebut jauh lebih ringan dari tuntutan 11 tahun yang diajukan jaksa. Meskipun Bankman-Fried mungkin memiliki harapan mendapatkan keringanan hukuman seperti Milton, tetapi sifat dan skala penipuan yang dilakukannya jauh lebih luas. Hal ini membuat kasusnya lebih kompleks dan berpotensi membawa konsekuensi yang lebih berat.

Ayah Mukasey, Michael Mukasey, adalah mantan hakim di Distrik Selatan New York, tempat di mana Hakim Kaplan bertugas. Marc Mukasey juga pernah mewakili perusahaan mantan Presiden Donald Trump dalam kasus kriminal yang diajukan oleh Jaksa Wilayah Manhattan, Cyrus Vance.

Baca juga artikel kami tentang prediksi Bitcoin.

Sam Bankman-Fried, Mantan CEO FTX, Merombak Tim Hukum Jelang Putusan Hukuman


Bankman-Fried, 31 tahun, mendapatkan hukuman akhir tahun lalu karena telah mencuri miliaran dolar dari nasabah, mengalihkannya ke investasi ventura, perdagangan, pinjaman, dan real estate melalui perusahaan saudara FTX, Alameda Research.

Bankman-Fried merombak tim hukumnya setelah persidangan penuh perdebatan di mana dia dan pengacaranya berselisih dengan hakim Lewis Kaplan. Hakim telah menentukan hukuman untuk Bankman-Fried. Kaplan bahkan telah menyatakan kekecewaannya terhadap terdakwa bahkan sebelum persidangan.

Keputusan Sam Bankman-Fried untuk menunjuk pengacara baru sebelum sidang putusan hukuman masih dipertanyakan. Ini disebabkan adanya laporan yang mengatakan bahwa anggota tim kuasa hukumnya tidak puas dengan penampilannya di mimbar selama persidangan. Profesor dari Stanford Law School, David Mills, bahkan memberikan kritik kepada SBF sebagai “orang terburuk yang pernah ia lihat dalam pemeriksaan silang.”

Pada tanggal 3 November, Sam Bankman-Fried, mantan CEO bursa mata uang kripto FTX, dinyatakan bersalah atas tujuh tuduhan penipuan oleh hakim dalam persidangan pidananya. Hakim mencapai keputusan setelah berunding selama lebih dari empat jam.

Tuduhan tersebut termasuk dua tuduhan penipuan transaksi, dua tuduhan konspirasi penipuan transaksi, satu tuduhan penipuan sekuritas, satu tuduhan konspirasi penipuan komoditas, dan satu tuduhan konspirasi pencucian uang.

Permintaan Bankman-Fried untuk menunda sidang vonis selama empat hingga enam minggu telah ditolak oleh Hakim Lewis Kaplan. Hakim tidak mengizinkan perubahan jadwal, dengan mencatat bahwa pembela tidak keberatan dengan tanggal hukuman yang telah ditetapkan.

Bankman-Fried telah menerima satu kali perpanjangan waktu untuk mengajukan pembelaan hukuman. Tanggal hukumannya dijadwalkan pada 28 Maret 2024.

Namun, pada bulan Desember 2023, jaksa penuntut Amerika Serikat dilaporkan membatalkan persidangan kedua terhadap Sam Bankman-Fried setelah adanya kepentingan publik untuk segera menyelesaikan persidangan. Hal yang paling utama dikarenakan para korban menunggu rincian kompensasi untuk akun FTX mereka setelah mengalami keruntuhan pada November 2022.

Jaksa berpendapat bahwa tidak akan ada cukup bukti baru untuk persidangan kedua karena sebagian besar bukti telah diungkap selama persidangan awal. Pengadilan dapat mempertimbangkan semua perilaku yang relevan saat menjatuhkan hukuman atas dakwaan yang dinyatakan bersalah dalam persidangan awal.

Mantan CEO FTX berpotensi menghadapi hukuman penjara bertahun-tahun setelah dinyatakan bersalah.

Jangan lupa untuk membaca artikel kami tentang beberapa crypto terbaik untuk dibeli sebagai investasi alternatif.