Penggunaan Ethereum untuk Perusahaan Diperkirakan Akan Meningkat pada Tahun 2024

Naufi Norita
Naufi Norita | Verified by Rinaldy
| 6 min read

Ilustrasi pemanfaatan Ethereum untuk perusahaanSetelah memuncaknya popularitas Ethereum, ternyata banyak pihak yang juga menunjukkan ketertarikan pada Ethereum (ETH). Tahun ini, lebih banyak bisnis yang berencana menggunakan Ethereum.

Namun, para ahli mengatakan bahwa Ethereum untuk perusahaan mulai meningkat. Meski ada banyak perusahaan yang telah mencoba Ethereum sebelumnya.

Menurut data dari platform L2BEAT, transaksi di mainnet Ethereum telah meningkat secara konsisten bulan ini.

Di Indonesia sendiri, Ethereum sudah memiliki ekosistem sendiri. Ini bisa menjadi pondasi yang kokoh, menurut pemberitaan dari Kompas.

Aktivitas transaksi Mainnet

Ethereum Dipandang Sebagai Platform Perusahaan yang Dominan


Menurut Paul Brody, Ketua Aliansi Ethereum Perusahaan dan Pemimpin Blockchain Global di EY, Ethereum telah muncul sebagai platform terdepan untuk bisnis.

Berkat banyaknya perusahaan yang mengalihkan perhatiannya pada Ethereum, membuat koin ini menjadi populer. Kepopularitasannya juga berdampak positif pada sentimen harga Ethereum.

Dia mengatakan bahwa semua kekhawatiran substantif seputar Ethereum akhirnya hilang. Biaya gas saat ini berada pada tingkat yang sangat rendah karena dampak signifikan dari pemutakhiran Dencun. Pemutakhiran ini telah berhasil menurunkan biaya lebih jauh lagi.

Pemutakhiran Dencun yang dirilis pada 13 Maret ini telah mempersiapkan panggung bagi sharding protodank. Dengan begitu, biaya layer-1 Ethereum yang tinggi akan turun.

“Ini mungkin tidak tampak bagi masyarakat yang biasa menghabiskan sedikit uang untuk membeli bensin, tetapi hal ini sangat krusial untuk bisnis yang melakukan jutaan bahkan ratusan juta transaksi,” Brody menjelaskan.

Brody juga menekankan pentingnya skalabilitas dan biaya gas yang rendah untuk menangani transaksi bisnis dalam jumlah besar. Selain itu, ia mencatat bahwa ekosistem Ethereum L2 semakin berkembang.

“L2 akhirnya terlihat mulai berbeda,” katanya.

Namun, Brody menunjukkan bahwa solusi L2 EY, yang disebut “Nightfall”, telah secara efektif menangani masalah bisnis tertentu sejak diperkenalkan pada tahun 2019. Brody menyebutkan bahwa Nightfall mempertimbangkan persyaratan privasi perusahaan.

Selain itu, salah satu langkah penting yang kami ambil adalah mewajibkan ‘Sertifikasi Identitas Perusahaan’ untuk akses ke L2. Brody menambahkan, L2 kami tidak terbuka untuk perorangan, dan identitas perusahaan diungkapkan saat bertransaksi ke atau dari jaringan.

Pada dasarnya, fitur ini sangat penting bagi bisnis. Secara khusus, Brody menyebutkan bahwa hal ini memastikan jaringan perusahaan tidak dapat digunakan untuk transfer uang secara anonim. Semua entitas yang beroperasi dalam jaringan juga harus terdaftar secara hukum dan harus patuh.

Pengembangan Microsoft Ethereum Sedang Berlangsung


Berdasarkan kemajuan ini, perusahaan-perusahaan yang telah menggunakan Ethereum untuk bisnisnya kini juga mulai melakukan pengembangan.

Yorke Rhodes, Co-Founder dan Direktur Transformasi Digital untuk Blockchain di Microsoft, mengatakan bahwa Microsoft mulai menggunakan blockchain untuk manajemen rantai pasokan pada tahun 2019.

Tahun lalu, Microsoft menyelesaikan rilis internal yang signifikan dalam upaya blockchain mereka meski mereka telah menggunakannya sebelumnya.

“Perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan iterasi pada teknologi, yang tidak umum dilakukan oleh perusahaan kecil atau komunitas open source.” jelas Rhodes.

Rhodes menjelaskan bahwa rilis ini memungkinkan Microsoft untuk mengimplementasikan lapisan kontrol keuangan di atas Quorum Blockchain Service. Pelanggan dan mitra memberikan umpan balik yang positif, dan pekerjaan internal kami diakui.

Selain itu, Quorum juga mendukung beberapa protokol buku besar. Platform ini dibangun di atas buku besar Ethereum Consensys Quorum, memanfaatkan mekanisme konsensus Istanbul Byzantine Fault Tolerance (IBFT).

Rilis kontrol keuangan memungkinkan Microsoft untuk melakukan ‘pembayaran tepat waktu’, yang memiliki nilai signifikan terkait dengan biaya modal, menurut Rhodes. Implementasi blockchain kami memastikan penelusuran dan kontrol keuangan untuk chip bernilai tinggi yang menggerakkan cloud kami.

Hal ini menghasilkan pengeluaran modal yang signifikan setiap tahunnya. Berdasarkan kasus penggunaan yang berhasil ini, Rhodes menyampaikan bahwa tim browser Microsoft Edge saat ini sedang melakukan pengujian awal pada implementasi Ethereum yang baru.

“Browser Microsoft Edge memiliki dompet bawaan yang memungkinkan individu menyimpan akun Microsoft dan informasi penagihan mereka,” katanya.

Tim saat ini sedang menguji beberapa fitur dompet kripto yang mereka tambahkan, khususnya di Brasil. Lebih lanjut, Rhodes mengatakan bahwa kode yang sedang diuji telah ada di dalam dompet peramban selama sekitar dua tahun.

Dia menyebutkan bahwa sekarang sudah siap untuk iterasi dan pengujian di lingkungan yang ramah terhadap peraturan di Brasil.

Aliansi Ethereum untuk Perusahaan Dapat Meningkatkan Pemahaman


Enterprise Ethereum Alliance (EEA) memiliki tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan Ethereum perusahaan seiring dengan berkembangnya ekosistem blockchain.

Karen Scarbrough, Direktur Eksekutif EEA, menjelaskan bahwa EEA bertujuan untuk menjadi sumber informasi yang dapat diandalkan bagi perusahaan yang mencari pemahaman yang jelas tentang Ethereum.

Scarbrough, Manajer Program Teknis Senior untuk Microsoft, membagikan pengalamannya saat menjadi klien di perusahaan energi BP. Selama masa ini, ia memiliki kesempatan untuk terhubung dengan konsultan dan mendapatkan wawasan tentang blockchain pribadi.

Scarbrough menyebutkan bahwa kesiapan perusahaan seperti ini saat ini tidak tersedia di lingkungan Ethereum L2. Desember lalu, EEA menerbitkan “Laporan Kesiapan Bisnis Ethereum”.

Scarbrough bertujuan untuk menyoroti contoh-contoh keberhasilan dalam ekosistem Ethereum melalui laporan ini. Laporan ini bertindak sebagai referensi bagi perusahaan ketika mereka memiliki pertanyaan seperti, ‘Seperti apa L2 itu?, menurut Scarbrough.

Scarbrough menyebutkan bahwa laporan EEA memiliki arti penting karena menampilkan kasus penggunaan yang berhasil yang dapat diterapkan dalam berbagai pengaturan bisnis. Dia menyebutkan bahwa ekosistem L2 Base Coinbase telah membuat dampak yang mengesankan.

“Coinbase mendorong aktivitas bagi para pengembang di sana dan terus memungkinkan kasus penggunaan dunia nyata di Base,” jelasnya.

Seseorang dari industri yang berbeda, seperti tempat saya dulu bekerja, tidak akan tahu tentang hal ini kecuali seseorang dari bidang teknologi digital menghubungi mereka dan memberikan informasi ini.

Berbagai Tantangan Ethereum untuk Perusahaan yang Perlu Dipertimbangkan


Ethereum sebenarnya telah semaikin matang, tetapi ada beberapa tantangan yang dapat menghambat adopsinya.

Menurut Lucas Henning, CTO perusahaan Web3 Suku dan mantan Arsitek Blockchain Deloitte, perusahaan yang menggunakan Ethereum masih menghadapi tantangan nyata. Ini termasuk biaya transaksi yang tinggi, serta masalah skalabilitas dan keamanan.

“Pengguna mencari alternatif karena tingginya biaya transaksi di Ethereum yang disebabkan oleh kepadatan jaringan dan kompleksitas transaksi,” jelas Hennings.

Tetapi transisi ke L2 membawa kesulitan tersendiri, meskipun itu membantu mengurangi biaya tertentu. Transisi ini memberikan lebih banyak tekanan pada sumber daya L2 dan juga bergantung pada sumber daya L1 sebagai penyelesainya, seperti rollup.

Alexander Mamasidikov, Pendiri dan CEO CrossFi, penyedia solusi pembayaran kripto setuju dengan sudut pandang ini. Ia menjelaskan bahwa protokol L2 berpotensi mengatasi masalah kecepatan dan biaya gas. Namun, ia juga menyoroti bahwa hal ini menimbulkan kerumitan pada kegunaan blockchain untuk perusahaan.

Selain itu, Henning menyatakan bahwa skalabilitas pada Ethereum masih terbatas. Terlepas dari pemutakhiran Dencun yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi rollup.

Pandangan Brody pada Pertumbuhan Ethereum


Kendati ada tantangan, Brody tetap berpandangan positif terhadap pertumbuhan Ethereum perusahaan di masa depan. Dia mengamati bahwa teknologi dan harga pasar Ether tidak terkait, tetapi harga aset tersebut memicu kegembiraan.

“Ketika menyaksikan pembeli perusahaan yang antusias pada teknologi setiap pasar meningkat. Padahal mereka tidak berhubungan dengan harga aset kripto. Ini adalah hal yang menarik,” katanya.

Selain itu, Brody mencatat bahwa adopsi Ethereum oleh perusahaan berkembang pesat seiring dengan semakin jelasnya regulasi. Dia mengamati bahwa sebagian besar dari hal ini dipengaruhi oleh peraturan MiCA, yang diterapkan di Eropa tahun lalu.

“MiCA menciptakan kerangka kerja regulasi yang kuat dan memperbaharui antusiasme di sektor keuangan untuk teknologi ini,” komentar Brody.

Terlihat bahwa ada tingkat antusiasme yang meningkat dan peningkatan yang stabil dalam laju adopsi perusahaan, yang diperkirakan akan terus berlanjut.

Selain memberikan dampak pada harga Ethereum, peralihan ini juga memiliki efek tertentu pada Bitcoin. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui prediksi harga Bitcoin.