Elon Musk Meluncurkan Grok, Pesaing OpenAI Ditengah Gugatannya

Naufi Norita
Naufi Norita | Verified by Rinaldy
| 2 min read

Elon Musk Menggugat OpenAICEO xAI, Elon Musk, membuat pesaing ChatGPT yaitu Grok.

Selain itu, Elon Musk juga memutuskan untuk menuntut OpenAI. Padahal, OpenAI merupakan perusahaan yang ia bantu selama proses pendirian.

Elon Musk mengklaim bahwa perusahaan tersebut telah menyimpang dari tujuan awal nirlaba. Musk mengumumkan niatnya untuk membuat Grok menjadi open-source pada postingan 11 Maret.

Ia mendukung pengembangan AI yang bertanggung jawab, menyerukan “third-party referee” pada KTT Keamanan AI di Inggris pada tahun 2023.

Berdasarkan Media Indonesia, Elon Musk akan membuat Grok menjadi open source.

Visi Grok dan Musk dari xAI


Seperti yang diketahui, Elon Musk telah meninggalkan OpenAI. Alasannya adalah karena ketidaksepakatan atas arah dan strategi organisasi. Hal inilah yang memicunya meluncurkan xAI.

Pada bulan November 2023, Grok diluncurkan. Peluncuran ini semakin menegaskan dedikasi Musk pada inisiatif AI sumber terbuka dan nirlaba.

Para member komunitas mata uang kripto juga menunjukkan dukungannya kepada Musk mengenai integrasi yang dimiliki Grok AI.

Elon Musk menyampaikan opininya mengenai OpenAI dalam podcast bersama Lex Fridman  November lalu. Musk mengkritik pergeseran OpenAI dari inisiatif nirlaba dan sumber terbuka menjadi model sumber tertutup yang digerakkan oleh keuntungan.

Musk menentang perusahaan teknologi besar yang mengambil untung dari pengembangan AI dan sering menyuarakan keprihatinannya tentang implikasi etis dari praktik semacam itu.

“Kami adalah sumber terbuka. Grok menyejajarkan xAI dengan perusahaan seperti Mistral dari Prancis, yang mengadvokasi akses terbuka ke model-model AI.”

Meskipun demikian, para investor teknologi tidak setuju dengan open-sourcing AI, terutama mengingat gugatan Musk. Beberapa melihatnya sebagai katalisator inovasi, sementara yang lain khawatir tentang potensi penyalahgunaan.

Pertarungan Hukum Musk dengan OpenAI


Seperti yang diketahui, Musk mengajukan gugatan terhadap OpenAI. Ia mengklaim bahwa hal tersebut melanggar perjanjian yang dibuat ketika OpenAI didirikan sebagai organisasi nirlaba.

Dia berpendapat bahwa kemitraan OpenAI dengan Microsoft, yang bernilai hampir $3 miliar pada tahun 2023, bertentangan dengan misi awalnya untuk memajukan AI sumber terbuka demi kepentingan umat manusia.

Gugatan ini mendesak OpenAI untuk kembali ke prinsip-prinsip open-source dan mencegah eksploitasi teknologi Artificial General Intelligence (AGI) untuk mencari keuntungan.

Pihak OpenAI merilis email yang menyatakan bahwa Musk sebelumnya setuju untuk mengubah perusahaan AI tersebut menjadi entitas nirlaba sebagai tanggapan atas tuduhan tersebut.

Beberapa bulan setelah CEO Sam Altman dipekerjakan kembali ke dewan direksi setelah pemecatannya selama lima hari pada November 2023, informasi ini muncul ke permukaan.

Grok berfungsi seperti ChatGPT dari OpenAI, mengakses informasi waktu nyata melalui X dan menangani topik sensitif yang mungkin dihindari oleh sistem AI lainnya. Grok digerakkan oleh model bahasa besar Grok-1.

Meskipun lebih canggih daripada GPT-3.5, Grok dilaporkan gagal mencapai model GPT-4 terbaru dari OpenAI dalam hal kinerja keseluruhan.

Sebagian besar pengguna memuji pengumuman Musk di X, dan banyak yang memuji komitmennya terhadap open-source AI. Pengguna lain di X menyarankan, “OpenAI seharusnya melakukan hal yang sama, itu haruslah terbuka.”

Musk menambahkan bahwa, “OpenAI adalah sebuah kebohongan.”

Desember tahun lalu, Elon Musk telah merilis 400 token yang terinspirasi oleh GROK. Ketahui token apa saja yang akan dirilis dalam waktu dekat ini di artikel berikut.