El Salvador Berpotensi Menjadi Salah Satu Negara Terkaya di Dunia Berkat Kepemilikan Bitcoin

Sulastri
Sulastri | Verified by Rinaldy
| 5 min read

Nayib Bukele - Presiden El Salvador - Bitcoin di El Salvador

El Salvador merupakan salah satu negara terkecil dan terpadat di Amerika Tengah. Dan sekarang bisa menjadi salah satu negara terkaya di dunia karena kepemilikan Bitcoin-nya.

Sebagai gambaran, negara ini menjadi negara pertama di dunia yang menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021. Kemudian, pada 16 November 2022, Presiden El Salvador Nayib Bukele mengumumkan bahwa pemerintah akan mulai membeli 1 BTC per hari.

Seperti yang diberitakan, keputusan Presiden Bukele ini cukup menuai banyak kritikan. Namun, berdasarkan laporan, pemerintah El Salvador memiliki lebih dari 2.000 Bitcoin yang bernilai lebih dari $150 juta.

Meskipun mengesankan, Presiden Bukele juga menyatakan bahwa ia tidak memiliki rencana untuk menjual kepemilikan Bitcoin yang sangat besar di negaranya.

Seiring dengan semakin dekatnya peristiwa Bitcoin halving, El Salvador nampaknya cukup optimis. Mereka percaya besarnya keuntungan yang bisa mereka dapatkan jika harga BTC terus meningkat.

El Salvador Dapat Menjadi Salah Satu Negara Terkaya


Menurut Kontan, para pakar industri memperkirakan bahwa El Salvador bisa menjadi salah satu negara terkaya di dunia karena kepemilikan Bitcoin-nya.

Seorang investor modal ventura yang berbasis di Silicon Valley, Tim Draper. Baru-baru ini menyatakan dalam sebuah podcast Web3 Deep Dive bahwa El Salvador sedang berkembang menjadi negara yang inovatif. Ia juga menyatakan bahwa negara ini mungkin akan segera menjadi salah satu tempat paling menarik di dunia untuk ditinggali.

“Dalam waktu 30 atau 40 tahun, El Salvador akan berubah dari negara termiskin dan paling banyak kriminalitasnya, menjadi salah satu negara terkaya dan paling inovatif di dunia, hanya dalam kurun waktu tersebut,” ujar Draper. “Dan ini hanya karena mereka menerima Bitcoin.”

Draper menunjukkan bahwa jika harga Bitcoin mencapai $100.000, El Salvador mungkin dapat melunasi pinjaman yang terutang kepada Dana Moneter Internasional (IMF).

Senada dengan hal ini, Alexander Mamasidikov, Pendiri dan CEO CrossFi sebuah platform yang berfokus untuk menjembatani perbankan tradisional dengan blockchain. Ia mengatakan kepada Cryptonews bahwa ia yakin El Salvador akan segera mandiri secara finansial.

“Ini akan memungkinkan negara untuk fokus sepenuhnya pada tugas-tugas internalnya, yang merupakan hal terpenting di dunia modern saat ini,” kata Mamasidikov. “Mengakui Bitcoin sebagai mata uang resmi telah memungkinkan pemerintah untuk sepenuhnya mengubah model keuangan dan menempuh jalannya sendiri.”

Bitcoin Memungkinkan Inklusivitas Keuangan Bagi Warga El Salvador


Bitcoin memang telah terbukti menjadi kelas aset yang penting bagi El Salvador.

Joe Nakamoto, seorang jurnalis kripto yang baru-baru ini membuat film dokumenter yang berfokus pada Bitcoin di El Salvador. Ia mengatakan kepada Cryptonews bahwa Bitcoin telah memperkenalkan inklusivitas dan kedaulatan keuangan ke negara tersebut.

“Di negara di mana sebagian besar penduduknya tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional dan banyak keluarga bergantung pada pengiriman uang. BTC memungkinkan warga El Salvador memiliki bank mereka sendiri dan menerima uang dari mana saja di dunia dengan biaya yang sangat rendah,” kata Nakamoto.

Sementara Presiden Bukele bersikukuh untuk tidak akan menjual kepemilikan Bitcoin Pemerintah. Nakamoto menjelaskan bahwa BTC digunakan sebagai uang di negara tersebut oleh sebagian kecil penduduknya.

“Dalam proyek-proyek ekonomi sirkular termasuk  di Berlín, El Zonte, dan di beberapa bagian San Salvador, terdapat kelompok minoritas Bitcoiner Salvador yang keras ingin melihat penggunaan Bitcoin melampaui penggunaan Dolar,” ungkapnya.

Mamasidikov menunjukkan bahwa El Salvador meninggalkan Dolar sebagai mata uang cadangan pada tahun 2021 dan mulai menggunakan Bitcoin. Ia percaya bahwa penggunaan BTC akan membuat kekayaan negara meningkat seiring berjalannya waktu.

“Bitcoin adalah emas digital untuk El Salvador, menciptakan kepercayaan di antara warganya dan di panggung global, secara terbuka menunjukkan bahwa negara ini memiliki uang,” kata Mamasidikov.

Hal ini sangat penting bagi El Salvador, karena Bank Dunia telah menemukan bahwa negara ini masih menghadapi tingkat kemiskinan yang tinggi yang meningkat dua kali lipat sejak tahun 2019, bersama dengan posisi fiskal yang rapuh.

Mengapa El Salvador Tidak Harus Menjual Bitcoin-nya


Meskipun El Salvador saat ini sedang menghadapi kesulitan ekonomi, ada beberapa alasan mengapa Pemerintah harus terus mempertahankan Bitcoin-nya.

Misalnya, Nakamoto percaya bahwa menjual BTC yang dimiliki negara tersebut dapat menghasilkan keuntungan finansial jangka pendek, tetapi hal itu juga dapat merusak kepercayaan terhadap inisiatif Bitcoin El Salvador.

“Saya bertanya-tanya bagaimana komunitas Bitcoin yang sangat berdedikasi akan menilai El Salvador jika Presiden Bukele memutuskan untuk menjual sebagian dari stok Bitcoin negara,” katanya. “Secara pribadi, saya tidak peduli, tetapi keputusan kuat untuk ‘HODL’ yang diambil oleh Bukele menunjukkan bahwa dia ingin menyampaikan pesan.”

Mamasidikov menambahkan bahwa Bitcoin bukanlah sarana spekulasi dan perdagangan bagi El Salvador karena merupakan cadangan mereka.

“Jika mereka ingin menjual BTC, mereka akan menghadapi masalah karena negara ini secara resmi meninggalkan mata uang cadangan dalam bentuk Dolar dan Emas,” katanya. “Ini akan mengurangi cadangan mereka. Pemerintah tidak akan melakukannya.”

El Salvador Menjadi Contoh Bagi Negara Lain


Tanpa memperhatikan rencana akhir dari Presiden Bukele terkait Bitcoin Pemerintah. El Salvador sudah menjadi contoh positif bagi negara-negara lain yang berencana menggabungkan aset digital.

Sebagai contoh, obligasi Bitcoin yang telah lama dinanti-nantikan oleh El Salvador, yang juga dikenal sebagai “Volcano Bonds,” kabarnya telah mendapatkan persetujuan regulasi untuk diluncurkan tahun ini. Setelah disetujui, El Salvador akan menjadi negara pertama di dunia yang memanfaatkan obligasi Bitcoin.

“Secara pribadi, saya melihat adopsi Bitcoin di El Salvador sebagai langkah menuju kebebasan finansial, sementara para pendukung Bitcoin di seluruh dunia kini dapat dengan yakin menunjuk El Salvador sebagai kisah sukses,” kata Mamasidikov.

Meskipun upaya yang dilakukan oleh Presiden Bukele cukup mengesankan. Nakamoto menunjukkan bahwa banyak warga di negara tersebut masih kurang memahami konsep dasar Bitcoin.

“Saya mewawancarai lebih dari 30 warga El Salvador di jalan-jalan San Salvador untuk menanyakan apakah mereka pernah menggunakan Bitcoin. Sebagai bagian dari dokumenter yang saya buat pada tahun 2022,” katanya.

“Sebagian besar dari mereka pernah menggunakan Bitcoin dalam 3 bulan terakhir. Namun, ketika berkaitan dengan konsep dasar Bitcoin seperti berapa jumlah total Bitcoin, sebagian besar dari mereka tidak mengetahuinya.”

Dalam konteks ini, Nakamoto membagikan rencananya untuk kembali ke El Salvador tahun ini guna menyelidiki lebih lanjut mengenai adopsi Bitcoin ini.

Jika Anda tertarik dengan Bitcoin, jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya tentang prediksi harga Bitcoin.