Reli Bitcoin yang Dipicu Peluncuran ETF AS ‘Hampir Kehabisan Ruang untuk Berlari’ + Berita Kripto Lainnya

Alfin Fauzan
| 3 min read

Reli Bitcoin yang Dipicu Peluncuran ETF AS

Dapatkan rangkuman harian Anda tentang berita blockchain dan kripto – menyelidiki kisah-kisah yang muncul di bawah radar berita hari ini.

Dalam edisi ini:

  • Reli harga BTC yang Dipicu Peluncuran ETF AS ‘Hampir Kehabisan Ruang untuk Berlari’
  • Perusahaan Kripto India Pindah ke Dubai
  • Platform Debate-to-Earn SocialFI Mengumumkan Pioneer Pen

Reli BTC yang Dipicu Peluncuran ETF AS ‘Hampir Kehabisan Ruang untuk Berlari’

Bahkan apabila Amerika Serikat menyetujui Exchange-Traded Funds (ETFs) Bitcoin spot, beberapa ahli strategi mengatakan bahwa mereka mengharapkan lampu hijau yang sangat dinanti untuk menjadi “penjualan” acara berita kripto untuk BTC karena “sejauh ini telah naik dengan sangat cepat,” demikian laporan The Wall Street Journal.

Menurut Moreno, Bitcoin dapat jatuh hingga $32.000 apabila para trader memutuskan untuk mengambil keuntungan setelah peluncuran ETF.

Banyak pihak memperingatkan bahwa tidak ada jaminan persetujuan dari Securities and Exchange Commision (SEC). Hal ini dikarenakan sejarah yang berkaitan dengan sesuatu yang berhubungan dengan kripto. Namun, apabila SEC mengatakan ‘Ya’, maka kemungkinan besar SEC akan menyetujui semua pengajuan serupa di waktu yang berdekatan. Mereka mungkin akan melakukan ini untuk menghindari kesan pilih kasih.

Nate Geraci, presiden perusahaan penasihat investasi ETF Store, berpendapat bahwa “hal ini belum pernah terjadi sebelumnya. Secara historis, kami belum pernah melihat situasi di mana beberapa emiten berbaris untuk meluncurkan produk dengan permintaan tinggi di hari yang sama.”

Jika semua permintaan disetujui, maka diperkirakan akan terjadi perang harga di pasar. Hal ini “dapat mengubah perlombaan menjadi upaya yang merugi bagi beberapa manajer aset, setidaknya dalam jangka waktu pendek.” Menurut laporan tersebut, beberapa mulai mendorong pasar, dan yang lainnya memutuskan untuk bersaing dalam hal biaya.

Menurut James Seyffart, seorang analis ETF di Bloomberg Intelligence,

“Ini akan menjadi sangat brutal terutama bagi beberapa emiten yang lebih kecil untuk bersaing dengan emiten-emiten seperti BlackRock dan Grayscale. Tetapi para investor akhir akan menang di sini karena hal itu akan menurunkan biaya.”

Penting juga untuk dicatat bahwa meskipun SEC menyetujui semuanya, tidak semua dana dapat segera diluncurkan karena pekerjaan operasional yang terlibat di dalamnya.

Berita Kripto India: Perusahaan Kripto Pindah ke Dubai

India menjadi negara teratas dalam Indeks Adopsi Kripto Global Chainalysis di tahun 2023. Bukan hanya itu, negara ini juga menjadi pasar kripto terbesar kedua berdasarkan volume transaksi secara global. Namun, industri lokal justru ‘mengering’ karena aturan pajak yang sangat ketat dari pemerintah. Saat ini India telah pindah ke ekosistem kripto Dubai yang sedang berkembang. South China Morning Post melaporkan.

Ada lebih dari 90.000 perusahaan India yang terdaftar di Dubai Chambers. Acara teknologi terbesar di kota ini, GITEX, dihadiri oleh lebih dari 300 perusahaan baru yang berasal dari India —tiga kali lebih banyak dari tahun sebelumnya, menurut laporan tersebut.

Sumit Gupta, kepala eksekutif pertukaran mata uang kripto India, CoinDCX, berkomentar bahwa banyak pendiri Web3 yang lebih memilih Dubai atau Singapura sebagai pusatnya. Mereka menawarkan kejelasan dan kepastian seputar peraturan dan dukungan komunitas yang lebih besar.

Dia mengatakan:

“Saat Anda mendirikan bisnis, investor lebih nyaman berada di yurisdiksi yang tidak memiliki kejutan di menit-menit akhir. Saya mulai melihat tren ini di lapangan dan urusan ini harus dibalik.”

“Kami telah melihat penurunan [volume] lebih dari 90%, yang merupakan penurunan besar dan tajam. India masih menjadi negara dengan adopsi kripto akar rumput terbesar. Namun, banyak dari aktivitas itu terjadi di saluran alternatif karena tarif pajak yang tinggi,” tutupnya.

Platform Debate-to-Earn SocialFi Mengumumkan Pioneer Pen

Platform Debate-to-Earn SocialFi, Socrates, mengumumkan peningkatan ekosistemnya dengan peluncuran Pioneer Pen. Ini menandai “babak baru dalam keterlibatan intelektual online dan integrasi blockchain,” kata siaran pers mereka.

Socrates telah mengubah model keterlibatan komunitasnya dengan meningkatkan semua Pena SBT yang ada ke Pioneer Pen yang inovatif, sebuah NFT berbasis standar ERC-721, lanjut tim tersebut.

Langkah ini menandakan pergeseran dari standar ERC-1155 saat ini, merangkul keunikan dan kemampuan diperdagangkan yang ditawarkan NFT. Pemilik sekarang dapat memperdagangkan Pen di pasar OpenSea.

“Setiap Pioneer Pen dirancang seunik pemiliknya, mendorong pengguna untuk menempa pemikiran baru dan mengekspresikan wawasan individu.”

Pen akan mewakili identitas pengguna dalam platform dan menawarkan kemungkinan peningkatan.

Pengguna dapat menggunakan SOC, token tata kelola Socrates, untuk meningkatkan pen mereka, meningkatkan koefisien penghasilan atau pemungutan suara, tambahnya.

Baca juga artikel kami tentang crypto baru yang bisa dijadikan sebagai alternatif Bitcoin.