Dompet Binance Pindahkan Sekitar $4 Miliar dalam Stablecoin Menjelang Penyelesaian DOJ

Alfin Fauzan
| 2 min read

Dompet Binance Pindahkan Sekitar $4 Miliar

Dompet Binance telah memindahkan Tether (USDT) senilai $3,9 miliar dalam transaksi baru-baru ini di tengah-tengah denda $4,3 miliar yang tertunda dari bursa yang telah disetujui untuk dibayarkan kepada Department of Justice (DoJ).

Data on-chain menunjukkan bahwa sebagian besar dana ditransfer dari satu cold wallet Binance, yang dikenal sebagai Binance-Cold 2, ke cold wallet lain yang disebut Binance 3.

Saat ini, cold wallet tersebut menyimpan total $6,6 miliar, dengan $4 miliar dalam bentuk USDT dan sisanya dalam berbagai stablecoin seperti Decentralized USD (USDD), USDC, dan TrueUSD (TUSD).

Dompet tujuan sekarang memiliki aset sebesar $3,2 milar, terutama terdiri dari stablecoin USDT Tether.

Binance sebelumnya telah menyatakan bahwa cold wallet mereka bertanggung jawab untuk menyimpan sebagian besar dana perusahaan.

Namun, masih belum jelas apakah Binance berniat menggunakan dana ini untuk menyelesaikan denda yang dikenakan oleh pemerintah AS, atau apakah perusahaan berencana untuk mengonversi USDT menjadi Dollar AS atau mata uang fiat lainnya.

CEO Binance yang Baru Pertimbangkan Kemampuan untuk Membayar Denda $4,3 Miliar


Seperti yang dilaporkan, CEO Binance yang baru, Richard Teng, mengisyaratkan kemampuan bursa ini untuk membayar denda sebesar $4,3 miliar yang dijatuhkan oleh Department of Justice (DoJ) AS.

Teng, yang ditunjuk sebagai CEO Binance pada hari Selasa setelah Changpeng Zhao mengundurkan diri, mengatakan dalam sebuah postingan baru-baru ini di X (sebelumnya Twitter) bahwa bursa tersebut belum berada dalam kondisi finansial yang baik.

Pernyataan tersebut muncul sebagai balasan atas postingan Connor Lango, direktur pengembangan bisnis di Coinbase, yang mengatakan bahwa Binance kemungkinan besar akan dapat “membayar denda DoJ sebesar $4,3 miliar secara penuh dengan 0 penjualan aset kripto”.

Lango kemudian merinci bahwa setelah menarik kepemilikan kripto Binance dari Proof of Reserves mereka, dia menemukan bursa tersebut masih memiliki total aset sebesar $6,35 miliar dan $3,19 miliar dalam bentuk stablecoin.

Pada hari Selasa, Binance, bersama dengan sang CEO, Changpeng Zhao, mengaku bersalah atas tuduhan kriminal terkait anti pencucian uang dan pelanggaran sanksi AS.

Pengakuan tersebut dibuat sebagai bagian dari kesepakatan komprehensif yang dicapai dengan Department of Justice (DoJ) AS, yang memungkinkan perusahaan untuk melanjutkan operasinya.

Namun, Zhao akan mengundurkan diri sebagai CEO, dan Binance akan diminta untuk membayar denda sebesar $4,3 miliar.

Di bawah ketentuan penyelesaian, Changpeng Zhao juga akan membayar denda sebesar $200 juta secara pribadi.

Penyelesaian Kasus Binance Dapat Membuka Jalan untuk ETF Bitcoin Spot


Menurut laporan penelitian oleh broker Bernstein, penyelesaian dengan DoJ dapat menjadi langkah signifikan menuju persetujuan untuk regulasi ETF Bitcoin.

Markus Thielen, kepala penelitian di penyedia layanan kripto, Matrixport, telah menyatakan sentimen serupa, yang menyebut bahwa kesepakatan pembelaan antara Binance dan DoJ adalah hasil yang menguntungkan bagi pendiri Binance, Changpeng “CZ” Zhao, dan perusahaan itu sendiri.

Thielen mengklaim bahwa Binance kemungkinan akan tetap menjadi salah satu dari tiga bursa teratas dalam waktu dekat.

Dia juga menyarankan bahwa kepatuhan industri terhadap aturan regulasi, seperti yang ditunjukkan oleh penyelesaian tersebut, dapat meningkatkan peluang ETF Bitcoin spot disetujui.